Mengetahui Lebih dalam
Tentang Kemas Ulang Informasi
1. Pengertian
Kemas Ulang Informasi
Sebelum membahas
apa itu kemas ulang informasi kita harus mengetahui terlebih dahulu apa itu
informasi ? Informasi adalah berbagai ucapan atau pesan yang disampaikan oleh
seseorang yang ditujukan kepada orang lain.
Sedangkan
kemas ulang informasi adalah suatu kegiatan dalam merubah suatu informasi yang
bisa jadi berupa perubahan bentuk, perubahan bahasa menjadi sesuatu yang lebih
menarik lagi untuk diketahui. Kemas ulang informasi dalam perpustakaan sangat
mengharuskan peran pustakawan dalam pelayanan penyebaran informasi, penyebaran
informasi terseleksi, pembuatan buletin informasi, pelestarian budaya, serta
kegiatan yang bermanfaat pada kehidupan sosial para user (pemakai).
2. Konsep Kemas
Ulang Informasi
konsep
kemas ulang informasi mencakup pekerjaan penyunting dan penerjemahan yang
memerlukan proses yang sistematis untuk memberikan nilai tambah pada pelayanan
informasi. Komponen penting lainnya yang terdapat dalam konsep informasi
termasuk analisis, sintesis, dan transmisi format media dan simbol untuk
memenuhi kebutuhan informasi pengguna target, kelengkapan serta kenyamanan.
Mengapa pustakawan melakukan kemas ulang informasi ?
alasannya adalah sebagai berikut:
1) Untuk menyesuaikan
informasi yang tersedia dengan kebutuhan pemakai yang tersedia di perpustakaan
dalam berbagai format dan subjek, karena pemakai memerlukan informasi yang
spesifik.
2) Untuk mempermudah
penyebaran dan pengelolaan informasi yang sudah berubah bentuk sehingga lebih
mudah dan cepat dikelola dan disebarluaskan.
3. Fungsi Kemas
Ulang Informasi
Secara lebih rinci fungsi
kemas ulang informasi adalah sebagai berikut:
1)
Sarana Pendokumentasian Informasi
Kemas ulang informasi berfungsi sebagai sarana pendokumentasian
informasi, karena melalui kemas ulang informasi yang mengalami perubahan bentuk
ataupun bahasa suatu informasi itu didokumentasikan dalam bentuk informasi yang
baru.
2)
Sarana Untuk Memilih Informasi yang Bermanfaat Bagi Pemakai
Secara Sistematis
Fungsi kemas ulang informasi sebagai sarana untuk
memilih informasi yang bermanfaat bagi pemakai, karena dengan adanya kegiatan
kemas ulang informasi yang tentunya sudah dibuat dalam bentuk yang lebih
menarik lagi dan lebih ringkas sehingga mempermudah para pemakai untuk memilih
informasi yang bermanfaat bagi pemakai.
3)
Sarana Penyajian dan Alih Informasi yang Lebih Ekstensif
Sebagai sarana penyajian dan alih informasi yang lebih
ekstensif, kemas ulang informasi yang sudah dibuat dalam bentuk penyajian informasi
yang lebih menarik lagi akan menyediakan informasi dalam bentuk yang baru yang
lebih ekstensif.
4)
Alat Terjemahan
Kemas ulang informasi yang berfungsi sebagai alat
terjemahan karena dalam kegiatan kemas ulang informasi adalah melakukan
penyuntingan dan penerjemahan informasi yang dibuat dalam bentuk maupun bahasa
yang berbeda sehingga adanya proses penerjemahan di dalamnya.
5)
Peluang Untuk Menerapkan Hasil Penelitian
Kemas ulang informasi berfungsi sebagai suatu peluang
dalam menerapkan hasil penelitian karena di dalam penerapan hasil penelitian
itu adanya proses penyuntingan informasi yang dapat dibuat dalam bentuk yang
lebih menarik lagi.
6)
Sarana Penyajian Informasi Relevan Secara Langsung
Fungsi kemas
ulang informasi sebagai sarana penyajian informasi yang relevan, karena dalam
kegiatan kemas ulang informasi adalah menyajikan informasi dalam bentuk lain
yang relevan.
4. Bentuk Pengemasan
Informasi
Contoh bentuk
pengemasan informasi yang relavan digunakan bagi pemakai/pemustaka perpustakaan
adalah sebagai berikut:
1) Publikasi Cetak.
Pengemasan
informasi biasanya dalam bentuk publikasi cetak seperti Brosur, Newsletter,
Prosiding, Indeks Majalah, Indeks Artikel, Kumpulan Artikel Terpilih,
Bibliografi, dan bentuk publikasi terseleksi lainnya. Kemasan dalam bentuk
publikasi cetak ini akan sangat membantu pengguna dalam menemukan informasi
tercetak yang terpilih sesuai dengan bidang kajian dan kebutuhannya. Sehingga
pengguna tidak perlu membuang waktu untuk menelusur satu demi satu kebutuhan
informasinya di perpustakaan.
2)
Media
Audio-Visual
Informasi juga
dapat dikemas dalam bentuk Audio-Visual seperti dalam bentuk Audio-Video
Cassette, CD- Interaktif, VCD, DVD, dan bentuk lainnya. Kemasan informasi ini
merupakan kemasan yang menarik karena akan mengajak pengguna menggunakan
informasi dalam bentuk gambar dan suara.
3)
Pangkalan Data
Lokal.
Kemasan
informasi juga dapat diwujudkan dalam pangkalan data (database) lokal. Sekitar
2 tahun yang lalu, konsep pangkalan data lokal ini banyak digunakan di
Indonesia, terutama dalam rangka memenuhi kebutuhan informasi ilmiah bagi para
pengguna melalui semacam server lokal, baik yang berupa file maupun CD-ROM.
Contohnya adalah CD Database ERIC, CD Database Medline, CD-Database Agricola,
dan sebagainya.
4)
Pangkalan Data
Online.
Saat ini di
Indonesia pangkalan data Online sedang mengalami perkembangan yang cukup baik,
baik dengan “membeli” kemasan yang sudah jadi, mengambil dari sumber-sumber gratis
maupun membangun sendiri. Kemasan informasi dalam bentuk ini telah memberikan
kesempatan akses informasi secara lebih luas tidak terbatas dalam perpustakaan.
Hal ini berkat kemajuan teknologi internet yang mau tidak mau harus diikuti
oleh perpustakaan dalam rangka memenuhi kebutuhan informasi pada penggunanya.
Contoh beberapa kemasan informasi siap pakai dalam bentuk pangkalan data online
yang diproduksi antara lain EBSCOHost, ProQuest, ScienceDirect, IEEE Database,
JSTOR dan lain sebagainya.
5.
Tahapan Kemas
Ulang Informasi
Langkah-langkah
yang dilakukan oleh pustakawan dalam kegiatan kemas ulang informasi adalah
sebagai berikut:
1) Orientasi kebutuhan dan tuntutan pemakai/pengguna
informasi di perpustakaan
2)
Seleksi dan
penetapan topik informasi yang akan dikemas. Penetapan dan seleksi ini biasanya
akan melibatkan ide-ide dan masukan dari staf ahli, produsen produk kemasan
informasi, konsumen produk & jasa informasi, karyawan, dan manajemen
puncak.
3)
Menentukan
bentuk kemasan informasi
4)
Penetapan
strategi pencarian informasi yang akan dikemas
5)
Penetapan
lokasi informasi dan cara mengaksesnya
6)
Pengolahan
informasi, mengevaluasi, dan mensitir informasi
7)
Mengemas
informasi dalam bentuk yang telah ditetapkan
8)
Mengevaluasi
produk yang dikeluarkan dan proses pembuatannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar