FREEDOM WRITERS
Freedom writers adalah sebuah film yang diangkat dari kisah nyata
di Amerika. Di film ini diceritakan seorang gadis yang bernama Eva dia berasal
dari keluarga yang terpandang di Amerika dan ia diajarkan oleh Ayahnya untuk
membela rakyat bagian darinya. Pada hari pertama Eva sekolah dia menunggu
Ayahnya untuk mengantar ke bis tetapi dia melihat perang untuk pertama kalinya.
Bahkan Ayah Eva diculik dan di penjara oleh tentara berkulit putih karena Ayah
Eva dianggap orang yang dihormati di bagiannya dan melindungi kaumnya. Eva
dinobatkan sebagai anggota geng generasi ke-3 . di Long Beach terdapat
kepercayaan kalau orang latin Asia atau berkulit hitam kehidupannya akan
terancam bahkan bisa ditembak kapan saja jika keluar rumah. Dalam film ini
diperlihatkan kentalnya permusuhan yang dilatarbelakangi ras menyebabkan meraka
berkelahi demi merebutkan wilayah, saling membunuh demi ras, kebanggaan, dan
kehormatan, berjuang demi apa yang mereka miliki.
Di California terdapat sekolah “Wilson High School” dimana sekolah
ini mendapat nilai tertinggi di distrik, Namun menurun karena diadakan
integrasi suka rela. Di sekolah ini terdapat sebagian siswa yang baru keluar
dari penjara anak karena mereka diberikan 2 pilihan yaitu menjalani hukuman
penjara atau melanjutkan sekolah di Wilson High School dengan syarat mereka
dipasangkan alat pengintai. Erin Gruwell adalah guru Bahasa Inggris di Woodrow
Wilson High School yang berasal dari New Port Beach dimana dia ditugaskan untuk
mengajar di kelas yang akademiknya kurang yaitu di ruang 203.
Di sekolah ini ada pemisahan dikelas yaitu kelas terhormat dan
kelas bawah. Di kelas terhormat banyak siswa berkulit putih yang akademiknya
bagus tetapi di sana juga terdapat satu siswa berkulit hitam yang akademiknya
bagus dan kelas selanjutnya adalah kelas bawah dimana di kelas ini didominasi
oleh siswa berkulit hitam yang kemampuan akademiknya kurang tetapi di kelas ini
juga terdapat satu siswa berkulit putih. Tidak hanya perbedaan kelas
tetapi juga Diskriminasi ras yang
dilakukan oleh pihak sekolah terlihat dari pemberian buku-buku teks bahan ajar.
Kelas yang dengan akademis kurang hanya mendapat buku-buku bekas dan usang.
Mrs Gruwell adalah guru muda yang cantik yang sangat semangat untuk
mengajar di kelas 203. Awal kedatangan Mrs Gruwell para murid sama sekali tidak tertarik dengan kehadirannya. Kabanyakan
dari mereka tidak senang terhadap orang berkulit putih. Mereka menganggap
bahwa Gruwell tidak mengerti apapun tentang kehidupan mereka yang keras,
kehidupan yang selalu berada di bawah bayang-bayang perang dan kekerasan. Bagi
mereka, kehidupan adalah bagaimana caranya mereka selamat dari kekerasan.
Di Negara barat anak-anak muda memiliki kebiasaan pergi malam-malam
dengan mobil dengan kekasihnya masing-masing. Eva dan kekasinya paco pergi ke
sebuah toko, lalu Eva masuk toko tersebut dan paco menunggu di dalam mobil.
Paco melihat ada musuhnya yang sedang marah-marah di dalam toko dan setelahnya
dia keluar dari toko. Paco sudah siap untuk menembak musuhnya itu dan melihat
Paco yang ingin menembaknya dia menunduk sehingga tembakan Paco mengenai
kekasih Cindy yaitu teman satu kelas eva. Di peristiwa ini yang hanyalah Eva
dan Cindy yang melihatnya dan dijadikan saksi. Tetapi ketika ditanyakan polisi
Eva memberi kesaksian yang salah karena dia ingin melindungi kekasihnya Paco.
Pada pertemuan selanjutnya ada salah satu murid di kelas Mrs Gruwell
melakukan lelucon dengan menggambar orang dengan bibir tebal dan hidung besar
yang diedar diseluruh murid dalam kelas tersebut hingga Mrs Gruwell
mengetahuinya sehingga Mrs Gruwell memberitahu mereka tentang holocaust yaitu
pembantaian besar-besaran dan peristiwa seperti ini akan memicu holocaust dan Mrs
Gruwell memberi pembelajaran bahwa jika kita ingin dihormati oleh orang lain
kita harus lebih dulu menghormati orang lain tetapi Eva dan teman-teman
kelasnya tetap pada pendapat mereka bahwa orang berkulit putih ingin selalu
dihormati dan mereka benci dengan orang berkulit putih. Dan dengan kejadian ini
Mrs Gruwell semakin mengetahui bahwa anak-anak didiknya adalah orang dengan
latar belakang korban peperangan. Setelah kejadian ini Mrs Gruwell mencari cara
agar anak didiknya mengetahui tentang holocaust yaitu dengan meminjam buku
diary Anne Frank di perpustakaan akan tetapi pihak perpustakaan tidak
mengizinkan dengan alasan buku tersebut akan rusak jika dipinjam oleh anak
kelas 203.
Mrs Gruwell tetap mencari cara agar anak-anak didiknya dapat
membaca buku diary Anne Frank yaitu dengan menemui orang-orang yang berada di
tingkat atas yaitu guru yang mengajar di kelas senior untuk mendukung tujuannya
tetapi guru tersebut menolak dan mengejek keinginan Mrs Gruwell.
Pertemuan selanjutnya Mrs Gruwell melakukan pendekatan dengan
anak-anak didiknya yaitu dengan memberikan permainan dimana diadakan garis
tengah yang sebagian kiri dan kanan anak didiknya berdiri. Petunjuk permainan
ini sangat mudah dimana mereka akan disuruh maju mendekati garis apabila mereka
cocok dengan pertanyaan Mrs Gruwell dan mundur untuk pertanyaan berikutnya.
contohnya berapa diantara kalian yang pernah masuk penjara anak-anak ? Mrs Gruwell
juga menanyakan tentang kematian dalam kekerasan geng dan banyak pertanyaan
lainnya tentang kehidupan mereka sehari-hari. Dari permainan itulah Mrs Gruwell
banyak mengetahui latar belakang anak-anak didiknya. Dan selanjutnya Mrs Gruwell
memberikan anak-anak didiknya buku jurnal dimana mereka bisa menulis aktifitas
keseharian mereka dibuku tersebut bahkan mereka juga bisa menuliskan masa lalu
dan masa depan mereka dan aktifitas lainnya dan mereka harus menulisnya setiap
hari.
Setelah pulang dari sekolah Mrs Gruwell selalu menceritakan apa
yang terjadi di sekolah kepada suaminya tetapi suaminya merasa tidak ada hal
lain yang dibicarakan di dalam rumah tangga mereka selain kegiatan Mrs Gruwell
di sekolah.
Di sekolah Wilson ini terdapat kebiasaan dimana ada waktu bagi wali
murid untuk datang ke sekolah menemui guru kelas. Dan pada kesempatan ini Mrs Gruwell
melakukan persiapan untuk menyambut kedatangan wali murid akan tetapi tidak ada
satupun wali murid yang datang. Tetapi moment ini digunakan Mrs Gruwell untuk
membaca jurnal harian dari anak-anak didiknya yang sudah mereka letakkan di
laci penyimpanan. Dengan membaca jurnal ini Mrs Gruwell lebih banyak mengetahui
masalah-masalah yang dihadapi oleh anak-anak didiknya.
Mrs Gruwell terpaksa bekerja sampingan untuk mendapatkan uang
supaya bisa membeli buku yang akan dibacakan oleh anak-anak didiknya. Mrs Gruwell
juga terus berusaha untuk mendapatkan dukungan dari orang yang berkuasa yang
bernama Dr. Cone untuk mengembangkan minat baca bagi anak didiknya.
Mrs Gruwell membicarakan tentang keinginannya untuk bekerja dengan
3 pekerjaan sekaligus kepada suaminya dan suaminya tidak mau Mrs Gruwell
bekerja di 3 pekerjaan.
Disamping itu Mrs Gruwell ingin mengajak anak didiknya jalan-jalan
diakhir pekan dan keinginannya tersebut didukung oleh Dr. Cone. Mrs Gruwell
mengajak anak didiknya untuk mengunjungi museum, melihat foto-foto orang yang
berhidung besar, dan menonton film dokumenter. Di dalam museum mereka diberikan
kartu yang terdapat foto salah satu korban holocaust dimana mereka disuruh
mencari tau keberadaan korban tersebut. Mrs Gruwell juga melakukan pendekatan
dengan mengajak anak didiknya makan malam di hotel tempat dia bekerja. Dan di
sana mereka mengundang korban holocaust untuk bertemu anak didiknya agar
menceritakan kejadian holocaust. Dan dengan kejadian ini terdapat banyak
perubahan yang terjadi pada kelas 203 yaitu sikap kekeluargaan yang sudah mulai
ada dan suasana kelas yang mulai tenang dan rapi.
Di kelas dengan akademik yang bagus terdapat satu siswa berkulit
hitam yang bernama victoria dimana siswa ini sGruwellg dipojokkan oleh guru
yang mengajar di kelasnya sehingga victoria memutuskan untuk pindah ke kelas Mrs
Gruwell.
Mrs Gruwell kembali melakukan pendekatan dengan anak didiknya yaitu
memberikan 4 buku yang akan dibaca. Tetapi sebelumnya Mrs Gruwell menyuruh anak
didiknya untuk mengambil gelas yang berisi air dan bersulang untuk perubahan
sambil menceritakan apa yang ingin mereka ceritakan.
Sementara murid-murid disibukkan membaca buku diary Anne Frank, Mrs
Gruwell menyuruh mereka menulis surat untuk miep gies yaitu wanita yang
membantu menampung keluarga Anne Frank dan mereka bermaksud mengundang miep
gies untuk datang ke sekolah. Banyak hal yang mereka lakukan untuk mengundang
miep gies untuk bercerita tentang Anne Frank dan usaha mereka banyak diliput di
koran.
Banyak hal yang berubah dari pendekatan Mrs Gruwell. Salah satunya
yaitu pengakuan jujur dari Eva tentang kasus penembakan kekasih Cindy yang
dilakukan kekasihnya Paco di persidangan meskipun dirinya terancam dibunuh
karena telah mengkhianati gengnya.
Dibalik
kesenangan Mrs Eris dalam mengubah pandangan tentang perbedaan ras ternyata keutuhan
rumah tangganya malah tidak bisa dipertahankan. Suami Mrs Gruwell yang lebih sGruwellg
berada di rumah merasa dirinya yang menjadi istri. Sebelumnya suami Mrs Gruwell
mendukung ia menjadi guru, tapi lama-kelamaan ia keberatan karena Mrs Gruwell
tidak memiliki banyak waktu untuk melayaninya sebagai seorang suami. Suaminya
merasa cemburu dengan apa yang dilakukan Mrs Gruwell kepada anak muridnya dan
mengabaikan dirinya sebagai seorang suami. Bahkan, sang suami mengajukan
perceraian.
Selesai
sudah perjuangan Mrs Gruwell dalam melakukan pendekatan dan berbagai perubahan
pada anak didiknya. Dan memasuki tahun kedua semester musim semi di ruang 203
ada seorang murid yang bertanya kepada Mrs Gruwell apakah mereka masih belajar
di ruang yang sama dan masih bertemu dengan Mrs Gruwell ? jawabannya tentu saja
tidak karena Mrs Gruwell hanya mengajar di tahun pertama dan kedua. Dan suasana
kelas menjadi ramai karena murid di ruang 203 tetap inginkan kelas dan guru
yang sama karena bagi mereka ini adalah kelas terbaik mereka, semuanya bisa
akrab dan saling kenal, dan di sinilah mereka bisa jadi diri sendiri. Dan
mereka memberikan banyak saran yang bisa dilakukan supaya Mrs Gruwell bisa
mengajar kelas junior dan senior.
Dibalik
masalah Mrs Gruwell yang tidak bisa mengajar kelas junior dan senior juga
masalah perceraian dengan suaminya ternyata Ayah Mrs Gruwell sangat
mendukungnya untuk melanjutkan pekerjaannya. Bahkan, Ayah Mrs Gruwell mengaku
iri dan mengagumi Mrs Gruwell.
Perjuangan
Mrs Gruwell untuk bisa mengajar kelas junior dan senior akan dihadapkan dengan
rapat. Pada rapat yang pertama Mrs Gruwell belum diizinkan untuk mengajar kelas
junior dan senior karena dianggap menyalahi aturan dan karena Mrs Gruwell baru
mengajar selama 2 tahun sedangkan di sana banyak guru yang sudah lama
mengabdikan dirinya. Disamping perjuangan Mrs Gruwell agar bisa mengajar kelas
junior dan senior terdapat sedikit masalah tentang evaluasi diri dari anak
didiknya yang bernama Andre yang memberikan nilai F untuk evaluasi dirinya dan Mrs
Gruwell marah karena merasa ini penghinaan bagi dirinya.
Satu
tugas terakhir dari Mrs Gruwell yaitu menyatukan buku harian muridnya menjadi
buku seperti Anne Frank. Dan buku tersebut mereka namai “The Freedom Writers
Diary”.
Selanjutnya
diadakan rapat yang kedua untuk memutuskan apakah Mrs Gruwell diizinkan
mengajar kelas junior dan senior. Dalam rapat ini Mrs Gruwell menceritakan
tentang keakraban antar murid dalam kelasnya, kebersamaan bagaikan keluarga,
dan banyak perubahan lainnya kepada dewan pendidik. Dan hasil rapat ini
memutuskan bahwa Mrs Gruwell diizinkan untuk mengajar kelas junior dan senior.
Kebahagiaan
terpancarkan dari seluruh murid ruang 203 mendengar bahwa Mrs Gruwell akan
mengajar mereka di kelas junior dan senior.
Dan
buku “The Freedom Writers Diary” diterbitkan pada tahun 1999.